Cara Merawat Rubber Flooring Biar Tetap Awet Bertahun-Tahun
Rubber flooring dikenal sebagai salah satu material lantai paling tangguh untuk area komersial, industri, gym, rumah sakit, hingga sekolah. Tapi sekuat apa pun materialnya, tanpa perawatan yang tepat, performanya bisa menurun lebih cepat dari yang seharusnya.
Lalu pertanyaannya, sebenarnya bagaimana Cara Merawat Rubber Flooring agar tetap awet, tidak kusam, dan tahan bertahun-tahun?
Kalau Anda menggunakan produk seperti Cara Merawat Rubber Flooring AILCARPET, perawatan yang benar bukan hanya menjaga tampilan, tetapi juga mempertahankan nilai investasi jangka panjang.
Mari kita bahas langkah-langkahnya secara detail, praktis, dan mudah diterapkan.
Kenapa Rubber Flooring Perlu Perawatan Khusus?
Banyak orang berpikir rubber itu “anti rusak”. Memang kuat, tapi bukan berarti kebal.
Rubber flooring sering digunakan di area dengan:
Lalu lintas tinggi
Beban berat
Aktivitas intensif
Potensi tumpahan cairan
Tanpa perawatan rutin, debu dan partikel kecil bisa menjadi abrasif yang mengikis permukaan. Lama-kelamaan, warna memudar dan tekstur berubah.
Menurut pembahasan material interior di platform arsitektur global seperti ArchDaily, material lantai dengan traffic tinggi membutuhkan maintenance schedule yang konsisten agar umur pakainya maksimal.
Jadi, perawatan itu bukan tambahan. Itu kebutuhan.
1. Pembersihan Harian: Langkah Paling Sederhana tapi Penting
Langkah pertama dalam Cara Merawat Rubber Flooring adalah membersihkan debu dan kotoran setiap hari.
Gunakan:
Sapu lembut atau vacuum cleaner
Mop microfiber yang tidak kasar
Kenapa penting? Debu halus itu seperti amplas mikro. Kalau dibiarkan, dia akan mengikis permukaan perlahan.
Untuk area kantor atau komersial, jadwalkan pembersihan minimal 1–2 kali sehari tergantung intensitas penggunaan.
2. Gunakan Cairan Pembersih yang Tepat
Jangan sembarang pakai cairan pembersih, cara merawat Rubber Flooring.
Hindari:
Cairan berbasis pelarut keras
Produk dengan kandungan asam tinggi
Pemutih (bleach) pekat
Gunakan pembersih dengan pH netral. Campurkan dengan air hangat, lalu pel dengan lembut.
Ini adalah bagian penting dalam Cara Merawat Rubber Flooring AILCARPET, karena formula rubber yang berkualitas tetap membutuhkan cairan yang sesuai agar lapisan permukaannya tidak rusak.
3. Hindari Genangan Air Berlebihan
Rubber memang tahan air, tapi genangan yang terlalu lama bisa menyebabkan:
Noda air
Jamur di bagian bawah (jika instalasi tidak sempurna)
Adhesive melemah
Pastikan setelah pel basah, langsung keringkan dengan mop kering.
Jika Anda berada di area dengan kelembaban tinggi seperti Jakarta Barat, perawatan ekstra ini menjadi semakin penting.
4. Gunakan Pelindung pada Kaki Furniture
Apakah Anda punya kursi dengan roda? Atau meja berat?
Pasang:
Karet pelindung
Felt pad
Roda khusus rubber-friendly
Gesekan terus-menerus dari kaki furniture bisa meninggalkan bekas permanen.
Banyak proyek komersial yang menggunakan Supplier Jakarta Barat terpercaya biasanya juga mendapatkan rekomendasi teknis soal proteksi tambahan ini.
5. Lakukan Deep Cleaning Secara Berkala
Selain pembersihan harian, lakukan deep cleaning setiap 3–6 bulan sekali.
Caranya:
Gunakan mesin scrubber dengan brush lembut
Gunakan cairan pH netral
Bilas dan keringkan sempurna
Proses ini membantu mengangkat kotoran yang tidak terlihat.
Standar kebersihan ruang kerja modern juga banyak dibahas dalam pedoman kesehatan kerja oleh World Health Organization, termasuk pentingnya kebersihan lantai untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan.
6. Hindari Paparan Sinar Matahari Berlebihan
Rubber bisa mengalami perubahan warna jika terus-menerus terkena sinar UV langsung.
Solusinya:
Gunakan tirai
Gunakan kaca film
Atur layout ruangan
Jika rubber flooring dipasang di area dekat jendela besar, proteksi UV sangat disarankan.
7. Segera Bersihkan Tumpahan Cairan
Minyak, kopi, cairan kimia ringan — jangan dibiarkan terlalu lama.
Semakin cepat dibersihkan, semakin kecil risiko noda permanen.
Langkah cepat:
Lap dengan kain kering
Bersihkan dengan larutan netral
Keringkan kembali
Ini langkah sederhana, tapi sering diabaikan.
8. Periksa Area Sambungan Secara Berkala
Jika rubber flooring dipasang dalam bentuk tile atau sheet, cek area sambungan minimal setiap 6 bulan.
Pastikan:
Tidak ada celah terbuka
Adhesive tidak terlepas
Tidak ada bagian yang terangkat
Jika ada kerusakan kecil, segera perbaiki. Jangan tunggu membesar.
Untuk Anda yang mencari Cara Merawat Rubber Flooring Jakarta Barat, konsultasi dengan teknisi lokal bisa membantu inspeksi berkala ini.
9. Jangan Gunakan Wax Sembarangan
Beberapa orang berpikir menambahkan wax akan membuat rubber lebih mengkilap.
Faktanya?
Tidak semua rubber cocok diberi lapisan wax.
Beberapa jenis justru bisa menjadi licin dan berbahaya.
Pastikan Anda memahami spesifikasi produk sebelum menambahkan lapisan tambahan.
10. Konsultasikan dengan Supplier Resmi
Salah satu kesalahan umum adalah mengabaikan panduan pabrik.
Jika Anda menggunakan produk dari supplier terpercaya, mereka biasanya menyediakan:
Panduan perawatan resmi
Rekomendasi cairan pembersih
Jadwal maintenance
Jika Anda sedang mencari Rekomendasi toko karpet terdekat, pilih yang tidak hanya menjual produk, tapi juga memberikan edukasi perawatan.
Keuntungan Perawatan yang Tepat
Dengan mengikuti Cara Merawat Rubber Flooring yang benar, Anda akan mendapatkan:
Umur pakai lebih panjang
Warna tetap konsisten
Tekstur tidak cepat aus
Biaya perbaikan minim
Lingkungan kerja lebih bersih
Bayangkan lantai seperti sepatu kerja. Kalau dirawat, bisa bertahan bertahun-tahun. Kalau dibiarkan, cepat rusak.
Kesimpulan
Cara Merawat rubber flooring sebenarnya tidak rumit. Kuncinya ada pada konsistensi.
Pembersihan harian, penggunaan cairan yang tepat, proteksi dari gesekan dan sinar UV, serta inspeksi rutin adalah fondasi utama agar lantai tetap prima.
Jika Anda sudah berinvestasi pada produk berkualitas, pastikan Anda juga berinvestasi pada perawatannya.
Karena lantai yang terawat bukan hanya soal tampilan — tetapi soal keamanan, kenyamanan, dan efisiensi jangka panjang.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah rubber flooring perlu dipel setiap hari?
Ya, terutama untuk area dengan lalu lintas tinggi agar debu tidak menumpuk.
2. Bolehkah menggunakan cairan pembersih biasa?
Gunakan yang pH netral. Hindari bahan kimia keras.
3. Apakah rubber flooring bisa menguning?
Bisa jika sering terkena sinar UV langsung tanpa perlindungan.
4. Seberapa sering deep cleaning diperlukan?
Idealnya setiap 3–6 bulan tergantung intensitas penggunaan.
5. Apakah rubber flooring cocok untuk area basah?
Cocok, selama instalasi dilakukan dengan benar dan tidak ada genangan air berlebihan.





